<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jumadi Francisco Simangunsong Web Blog</title>
	<atom:link href="http://jumadifran.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jumadifran.wordpress.com</link>
	<description>"========= God will give me the best, i believe in You my Lord, You'll never leave me a lone ========="</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 11:19:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jumadifran.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jumadi Francisco Simangunsong Web Blog</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jumadifran.wordpress.com/osd.xml" title="Jumadi Francisco Simangunsong Web Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jumadifran.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>UML</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/10/06/uml/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/10/06/uml/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 05:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Unified Modeling Language (UML) Pendahuluan Saat ini piranti lunak semakin luas dan besar lingkupnya, sehingga tidak bisa lagi dibuat asal-asalan. Piranti lunak saat ini seharusnya dirancang dengan memperhatikan hal-hal seperti scalability, security, dan eksekusi yang robust walaupun dalam kondisi yang sulit. Selain itu arsitekturnya harus didefinisikan dengan jelas, agar bug mudah ditemukan dan diperbaiki, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=78&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Pengantar Unified Modeling Language (UML)</h1>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Saat ini piranti lunak semakin luas dan besar lingkupnya, sehingga tidak bisa lagi dibuat asal-asalan. Piranti lunak saat ini seharusnya dirancang dengan memperhatikan hal-hal seperti <em>scalability</em>, <em>security</em>, dan eksekusi yang robust walaupun dalam kondisi yang sulit. Selain itu arsitekturnya harus didefinisikan dengan jelas, agar <em>bug</em> mudah ditemukan dan diperbaiki, bahkan oleh orang lain selain <em>programmer</em> aslinya. Keuntungan lain dari perencanaan arsitektur yang matang adalah dimungkinkannya penggunaan kembali modul atau komponen untuk aplikasi piranti lunak lain yang membutuhkan fungsionalitas yang sama.</p>
<p>Pemodelan (<em>modeling</em>) adalah proses merancang piranti lunak sebelum melakukan pengkodean (<em>coding</em>). Model piranti lunak dapat dianalogikan seperti pembuatan blueprint pada pembangunan gedung. Membuat model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah penting karena kita tidak dapat memahami sistem semacam itu secara menyeluruh. Semakin komplek sebuah sistem, semakin penting pula penggunaan teknik pemodelan yang baik.</p>
<p>Dengan menggunakan model, diharapkan pengembangan piranti lunak dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna dengan lengkap dan tepat, termasuk faktor-faktor seperti <em>scalability, robustness, security</em>, dan sebagainya.</p>
<p>Kesuksesan suatu pemodelan piranti lunak ditentukan oleh tiga unsur, yang kemudian terkenal dengan sebuan segitiga sukses (<em>the triangle for success</em>). Ketiga unsur tersebut adalah metode pemodelan (<em>notation</em>), proses (<em>process</em>) dan <em>tool</em> yang digunakan.</p>
<p>Memahami notasi pemodelan tanpa mengetahui cara pemakaian yang sebenarnya (proses) akan membuat proyek gagal. Dan pemahaman terhadap metode pemodelan dan proses disempurnakan dengan penggunaan tool yang tepat.</p>
<h3>Apa itu UML</h3>
<p><strong>Unified Modelling Language</strong> (UML) adalah sebuah &#8220;bahasa&#8221; yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.</p>
<p>Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan <em>class</em> dan <em>operation</em> dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB.NET. Walaupun demikian, UML tetap dapat digunakan untuk modeling aplikasi prosedural dalam VB atau C.</p>
<p>Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML mendefinisikan notasi dan <em>syntax</em>/semantik. Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki makna tertentu, dan UML <em>syntax</em> mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat dikombinasikan. Notasi UML terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah ada sebelumnya: Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Technique), dan Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering).</p>
<p>Sejarah UML sendiri cukup panjang. Sampai era tahun 1990 seperti kita ketahui puluhan metodologi pemodelan berorientasi objek telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi booch [1],  metodologi coad [2], metodologi OOSE [3], metodologi OMT [4], metodologi shlaer-mellor [5], metodologi wirfs-brock [6], dsb. Masa itu terkenal dengan masa perang metodologi (<em>method war</em>) dalam pendesainan berorientasi objek. Masing-masing metodologi membawa notasi sendiri-sendiri, yang mengakibatkan timbul masalah baru apabila kita bekerjasama dengan group/perusahaan lain yang menggunakan metodologi yang berlainan.</p>
<p>Dimulai pada bulan Oktober 1994 Booch, Rumbaugh dan Jacobson, yang merupakan tiga tokoh yang boleh dikata metodologinya banyak digunakan mempelopori usaha untuk penyatuan metodologi pendesainan berorientasi objek. Pada tahun 1995 direlease draft pertama dari UML (versi 0.8). Sejak tahun 1996 pengembangan tersebut dikoordinasikan oleh <strong>Object Management Group</strong> (OMG – http://www.omg.org). Tahun 1997 UML versi 1.1 muncul, dan saat ini versi terbaru adalah versi 1.5 yang dirilis bulan Maret 2003. Booch, Rumbaugh dan Jacobson menyusun tiga buku serial tentang UML pada tahun 1999 [7] [8] [9]. Sejak saat itulah UML telah menjelma menjadi standar bahasa pemodelan untuk aplikasi berorientasi objek.</p>
<p><strong>Konsepsi Dasar UML</strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="108" height="0"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dari berbagai penjelasan rumit yang terdapat di dokumen dan buku-buku UML. Sebenarnya konsepsi dasar UML bisa kita rangkumkan dalam gambar dibawah.</p>
<p>Abstraksi konsep dasar UML yang terdiri dari <em>structural classification</em>, <em>dynamic behavior</em>, dan <em>model management</em>, bisa kita pahami dengan mudah apabila kita melihat gambar diatas dari <em>Diagrams</em>. <em>Main concepts</em> bisa kita pandang sebagai term yang akan muncul pada saat kita membuat diagram. Dan view adalah kategori dari diagaram tersebut.</p>
<p>Lalu darimana kita mulai ? Untuk menguasai UML, sebenarnya cukup dua hal yang harus kita perhatikan:</p>
<ol>
<li>Menguasai pembuatan diagram UML</li>
<li>Menguasai langkah-langkah dalam analisa dan pengembangan dengan UML</li>
</ol>
<p>Tulisan ini pada intinya akan mengupas kedua hal tersebut.</p>
<p>Seperti juga tercantum pada gambar diatas UML mendefinisikan diagram-diagram sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><em>use case diagram</em></li>
<li><em>class diagram </em></li>
<li><em>statechart diagram</em></li>
<li><em>activity diagram</em></li>
<li><em>sequence diagram</em></li>
<li><em>collaboration diagram</em></li>
<li><em>component diagram</em></li>
<li><em>deployment diagram</em></li>
</ul>
<h3>Use Case Diagram</h3>
<p><em>Use case diagram</em> menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah <em>use case</em> merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. <em>Use case</em> merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-<em>create</em> sebuah daftar belanja, dan sebagainya.</p>
<p>Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.</p>
<p><em>Use case diagram</em> dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun <em>requirement</em> sebuah sistem, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang <em>test case</em> untuk semua <em>feature</em> yang ada pada sistem.</p>
<p>Sebuah <em>use case</em> dapat meng-<em>include</em> fungsionalitas <em>use case</em> lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa <em>use case</em> yang di-<em>include</em> akan dipanggil setiap kali <em>use case</em> yang meng-<em>include</em> dieksekusi secara normal.</p>
<p>Sebuah <em>use case</em> dapat di-<em>include</em> oleh lebih dari satu <em>use case</em> lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang<em> common</em>.</p>
<p>Sebuah <em>use case</em> juga dapat meng-<em>extend</em> <em>use case</em> lain dengan <em>behaviour</em>-nya sendiri.</p>
<p>Sementara hubungan generalisasi antar <em>use case</em> menunjukkan bahwa <em>use case</em> yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.</p>
<p>Contoh <em>use case diagram</em> :</p>
<h3>Class Diagram</h3>
<p><em>Class</em> adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. <em>Clas</em><em>s</em> menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).</p>
<p><em>Class diagram</em> menggambarkan struktur dan deskripsi <em>class, package</em> dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti <em>containment</em>, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Class</em> memiliki tiga area pokok :</p>
<ol>
<li>Nama (dan stereotype)</li>
<li>Atribut</li>
<li>Metoda</li>
</ol>
<p>Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :</p>
<ul>
<li><em>Private</em>, tidak      dapat dipanggil dari luar <em>class</em> yang bersangkutan</li>
<li><em>Protected</em>, hanya      dapat dipanggil oleh <em>class</em> yang bersangkutan dan anak-anak yang      mewarisinya</li>
<li><em>Public</em>, dapat      dipanggil oleh siapa saja</li>
</ul>
<p><em>Class </em>dapat merupakan implementasi dari sebuah <em>interface</em>, yaitu <em>class</em> abstrak yang hanya memiliki metoda. <em>Interface</em> tidak dapat langsung diinstansiasikan, tetapi harus diimplementasikan dahulu menjadi sebuah <em>class. </em>Dengan demikian <em>interface</em> mendukung resolusi metoda pada saat <em>run-time</em>.</p>
<p>Sesuai dengan perkembangan <em>class</em> model, <em>class</em> dapat dikelompokkan menjadi <em>package</em>. Kita juga dapat membuat diagram yang terdiri atas <em>package</em>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hubungan </strong><strong>A</strong><strong>ntar </strong><strong><em>Cl</em></strong><strong><em>ass</em></strong><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Asosiasi,      yaitu hubungan statis antar <em>class</em>. Umumnya menggambarkan <em>class</em> yang memiliki atribut berupa <em>class</em> lain, atau <em>class</em> yang      harus mengetahui eksistensi <em>class</em> lain. Panah <em>navigability</em> menunjukkan arah <em>query</em> antar <em>class</em>.</li>
</ol>
<ol>
<li>Agregasi,      yaitu hubungan yang menyatakan bagian (“terdiri atas..”).</li>
</ol>
<ol>
<li>Pewarisan,      yaitu hubungan hirarkis antar <em>class</em>. <em>Class</em> dapat diturunkan      dari <em>class</em> lain dan mewarisi semua atribut dan metoda <em>class</em> asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari      <em>class</em> yang diwarisinya. Kebalikan dari pewarisan adalah      generalisasi.</li>
</ol>
<ol>
<li>Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan (<em>message</em>) yang di-<em>passing</em> dari satu <em>class</em> kepada <em>class</em> lain. Hubungan dinamis dapat digambarkan dengan menggunakan <em>sequence diagram </em>yang akan dijelaskan kemudian.</li>
</ol>
<p>Contoh <em>class diagram</em> :</p>
<h3>Statechart Diagram</h3>
<p><em>Statechart diagram</em> menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu <em>state</em> ke <em>state</em> lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari <em>stimuli</em> yang diterima. Pada umumnya <em>statechart diagram</em> menggambarkan <em>class</em> tertentu (satu <em>class</em> dapat memiliki lebih dari satu <em>statechart diagram</em>).</p>
<p>Dalam UML, <em>state</em> digambarkan berbentuk segiempat dengan sudut membulat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu. Transisi antar <em>state</em> umumnya memiliki kondisi <em>guard</em> yang merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung siku. <em>Action</em> yang dilakukan sebagai akibat dari <em>event</em> tertentu dituliskan dengan diawali garis miring.</p>
<p>Titik awal dan akhir digambarkan berbentuk lingkaran berwarna penuh dan berwarna setengah.</p>
<p>Contoh <em>statechart diagram</em> :</p>
<h3>Activity Diagram</h3>
<p><em>Activity diagrams</em> menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, <em>decision</em> yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. <em>Activity diagram</em> juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.</p>
<p><em>Activity diagram</em> merupakan <em>state diagram</em> khusus, di mana sebagian besar <em>state</em> adalah <em>action</em> dan sebagian besar transisi di-<em>trigger</em> oleh selesainya <em>state</em> sebelumnya (<em>internal processing</em>). Oleh karena itu <em>activity diagram</em> tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.</p>
<p>Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh satu <em>use case</em> atau lebih. Aktivitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara <em>use case</em> menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktivitas.</p>
<p>Sama seperti <em>state</em>, standar UML menggunakan segiempat dengan sudut membulat untuk menggambarkan aktivitas. <em>Decision</em> digunakan untuk menggambarkan behaviour pada kondisi tertentu. Untuk mengilustrasikan proses-proses paralel (<em>fork</em> dan <em>join</em>) digunakan titik sinkronisasi yang dapat berupa titik, garis horizontal atau vertikal.</p>
<p><em>Activity diagram</em> dapat dibagi menjadi beberapa <em>object swimlane </em>untuk menggambarkan objek mana yang bertanggung jawab untuk aktivitas tertentu.</p>
<p>Contoh <em>activity diagram </em>tanpa<em> swimlane</em>:</p>
<h3>Sequence Diagram</h3>
<p><em>Sequence diagram</em> menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, <em>display</em>, dan sebagainya) berupa <em>message</em> yang digambarkan terhadap waktu. <em>Sequence diagram</em> terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).</p>
<p><em>Sequence diagram</em> biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah <em>event</em> untuk menghasilkan <em>output</em> tertentu. Diawali dari apa yang men-<em>trigger</em> aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan <em>output</em> apa yang dihasilkan.</p>
<p>Masing-masing objek, termasuk aktor, memiliki <em>lifeline</em> vertikal.</p>
<p><em>Message</em> digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase desain berikutnya, <em>message</em> akan dipetakan menjadi operasi/metoda dari <em>class</em>.</p>
<p><em>Activation bar</em> menunjukkan lamanya eksekusi sebuah proses, biasanya diawali dengan diterimanya sebuah message.</p>
<p>Untuk objek-objek yang memiliki sifat khusus, standar UML mendefinisikan <em>icon</em> khusus untuk objek <em>boundary, controller</em> dan <em>persistent entity</em>.</p>
<p>Contoh <em>sequence diagram </em>:</p>
<h3>Collaboration Diagram</h3>
<p><em>Collaboration diagram</em> juga menggambarkan interaksi antar objek seperti <em>sequence diagram</em>, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian <em>message</em>.</p>
<p>Setiap <em>message</em> memiliki <em>sequence number</em>, di mana <em>message</em> dari level tertinggi memiliki nomor 1. Messages dari level yang sama memiliki prefiks yang sama.</p>
<h3>Component Diagram</h3>
<p><em>Component diagram</em> menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (<em>dependency</em>) di antaranya.</p>
<p>Komponen piranti lunak adalah modul berisi <em>code</em>, baik berisi <em>source code</em> maupun <em>binary code</em>, baik <em>library</em> maupun <em>executable</em>, baik yang muncul pada <em>compile time, link time</em>, maupun <em>run time</em>. Umumnya komponen terbentuk dari beberapa <em>class</em> dan/atau <em>package</em>, tapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil.</p>
<p>Komponen dapat juga berupa <em>interface</em>, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain.</p>
<p>Contoh <em>component diagram</em>:</p>
<h3>Deployment Diagram</h3>
<p><em>Deployment/physical diagram</em> menggambarkan detail bagaimana komponen di-<em>deploy</em> dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal</p>
<p>Sebuah <em>node</em> adalah server, <em>workstation</em>, atau piranti keras lain yang digunakan untuk men-<em>deploy</em> komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar <em>node</em> (misalnya TCP/IP) dan <em>requirement</em> dapat juga didefinisikan dalam diagram ini.</p>
<p>Contoh <em>deployment diagram</em> :</p>
<h3>Langkah-Langkah Penggunaan UML</h3>
<p>Berikut ini adalah tips pengembangan piranti lunak dengan menggunakan UML:</p>
<ol>
<li>Buatlah      daftar <em>business process</em> dari level tertinggi untuk mendefinisikan      aktivitas dan proses yang mungkin muncul.</li>
</ol>
<ol>
<li>Petakan <em>use      case</em> untuk tiap <em>business process</em> untuk mendefinisikan dengan      tepat fungsionalitas yang harus disediakan oleh sistem. Kemudian perhalus      use case diagram dan lengkapi dengan <em>requirement, constraints</em> dan      catatan-catatan lain.</li>
</ol>
<ol>
<li>Buatlah <em>deployment      diagram</em> secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.</li>
</ol>
<ol>
<li>Definisikan      <em>requirement</em> lain (non-fungsional, <em>security</em> dan sebagainya)      yang juga harus disediakan oleh sistem.</li>
</ol>
<ol>
<li>Berdasarkan      <em>use case diagram</em>, mulailah membuat <em>activity diagram</em>.</li>
</ol>
<ol>
<li>Definisikan      objek-objek level atas (<em>package</em> atau <em>domain</em>) dan buatlah <em>sequence</em> dan/atau <em>collaboration diagram</em> untuk tiap alir pekerjaan. Jika      sebuah <em>use case</em> memiliki kemungkinan alir normal dan error, buatlah      satu diagram untuk masing-masing alir.</li>
</ol>
<ol>
<li>Buarlah rancangan      <em>user interface</em> model yang menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk      menjalankan skenario <em>use case</em>.</li>
</ol>
<ol>
<li>Berdasarkan      model-model yang sudah ada, buatlah <em>class diagram</em>. Setiap <em>package</em> atau <em>domain</em> dipecah menjadi hirarki <em>class</em> lengkap dengan      atribut dan metodanya. Akan lebih baik jika untuk setiap <em>class</em> dibuat <em>unit test</em> untuk menguji fungsionalitas <em>class</em> dan      interaksi dengan <em>class</em> lain.</li>
</ol>
<ol>
<li>Setelah <em>class      diagram</em> dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokan <em>class</em> menjadi komponen-komponen. Karena itu buatlah component diagram pada tahap      ini. Juga, definisikan tes integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia      berinteraksi dengan baik.</li>
</ol>
<ol>
<li>Perhalus <em>deployment      diagram</em> yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan <em>requirement</em> piranti lunak, sistem operasi, jaringan, dan sebagainya. Petakan komponen      ke dalam node.</li>
</ol>
<ol>
<li>Mulailah      membangun sistem. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan :
<ul>
<li>Pendekatan       <em>use case</em>, dengan meng-<em>assign</em> setiap <em>use case</em> kepada       tim pengembang tertentu untuk mengembangkan <em>unit code</em> yang lengkap       dengan tes.</li>
<li>Pendekatan       komponen, yaitu meng-<em>assign</em> setiap komponen kepada tim pengembang       tertentu.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<ol>
<li>Lakukan uji      modul dan uji integrasi serta perbaiki model berserta <em>code</em>nya.      Model harus selalu sesuai dengan <em>code</em> yang aktual.</li>
</ol>
<ol>
<li>Piranti      lunak siap dirilis.</li>
</ol>
<h3>Tool Yang Mendukung UML</h3>
<p>Saat ini banyak sekali tool pendesainan yang mendukung UML, baik itu tool komersial maupun opensource. Beberapa diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Rational Rose (www.rational.com)</li>
<li>Together (www.togethersoft.com)</li>
<li>Object Domain (www.objectdomain.com)</li>
<li>Jvision (www.object-insight.com)</li>
<li>Objecteering (www.objecteering.com)</li>
<li>MagicDraw (www.nomagic.com/magicdrawuml)</li>
<li>Visual Object Modeller (www.visualobject.com)</li>
</ul>
<p>Data seluruh tool yang mendukung UML, lengkap beserta harganya (dalam US dolar) bisa anda pelajari di situs <a href="http://www.objectsbydesign.com/tools/umltools_byCompany.html">http://www.objectsbydesign.com/tools/umltools_byCompany.html</a> . Disamping itu, daftar tool UML berikut fungsi dan perbangingan kemampuannya juga dapat dilihat di <a href="http://www.jeckel.de/">http://www.jeckle.de/umltools.htm</a>.</p>
<p><strong>Pointer Penting UML</strong></p>
<p>Sebagai referensi dalam mempelajari dan menggunakan UML, situs-situs yang merupakan pointer penting adalah:</p>
<ul>
<li>http://www.cetus-links.org/oo_uml.html</li>
<li>http://www.omg.org</li>
<li>http://www.omg.org/technology/uml/</li>
<li>http://www.rational.com/uml</li>
<li>http://www.uml.org/</li>
</ul>
<p>Dan juga buku-buku yang terdapat di daftar pustaka.</p>
<h3>Daftar Pustaka</h3>
<p>[1]     Grady Booch, Object-Oriented Analysis and Design with Application, Benjamin/Cummings, 1991.</p>
<p>[2]     Peter Coad and Edward Yourdon, Object-Oriented Analysis, Yourdon Press, 1991.</p>
<p>[3]     Ivar Jacobson, Magnus Christerson, Patrik Jonson, and Gunnar Overgaard, Object-Oriented Software Engineering: A Use Case Driven Approach, Addison-Wesley, 1992.</p>
<p>[4]     James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlani, Frederick Eddy, and William Lorenson, Object-Oriented Modeling and Design, Prentice Hall, 1991.</p>
<p>[5]     Sally Shlaer and Stephen J. Mellor, Object-Oriented System Analysis: Modeling the World in Data, Yourdon Press, 1988.</p>
<p>[6]     Rebecca Wirfs-Brock, Brian Wilkerson, and Lauren Wiener, Designing Object-Oriented Software, Prentice Hall, 1990.</p>
<p>[7]     Grady Booch, James Rumbaugh, and Ivar Jacobson, The Unified Modeling Language User Guide, Addison-Wesley, 1999.</p>
<p>[8]     Ivar Jacobson, Grady Booch, and James Rumbaugh, The Unified Software Development Process, Addison-Wesley, 1999.</p>
<p>[9]     James Rumbaugh, Ivar Jacobson, and Grady Booch, The Unified Modeling Language Reference Manual, Addison-Wesley, 1999.</p>
<p>[10] Unified Modeling Language Specification, Object Management Group, www.omg.org, 1999.</p>
<p>[11] Introduction to OMG UML [http://www.omg.org/gettingstarted/what_is_uml.htm]</p>
<p>[12] UML Tutorial [http://www.sparxsystems.com.au/UML_Tutorial.htm]</p>
<p>[13] Embarcadero Tech Support [http://www.embarcadero.com/support/uml_central.asp]</p>
<p>[14] Practical UML A Hands-On Introduction for Developers,  [http://www.togethersoft.com/services/practical_guides/umlonlinecourse/index.html]</p>
<p>[15] Architecture and Design: Unified Modeling Language (UML), [http://www.cetus-links.org/oo_uml.html]</p>
<p><a href="http://jumadifran.files.wordpress.com/2010/10/uml.doc">uml</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=78&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/10/06/uml/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rational Unified Process</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/10/06/rational-unified-process/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/10/06/rational-unified-process/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 05:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[RUP (Rational Unified Process Rational Unified Process (RUP) merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan dengan mengumpulkan berbagai best practises yang terdapat dalam industri pengembangan perangkat lunak. Ciri utama metode ini adalah menggunakan use-case driven dan pendekatan iteratif untuk siklus pengembangan perankat lunak. Gambar dibawah menunjukkan secara keseluruhan arsitektur yang dimiliki RUP. RUP menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=72&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="text-decoration:underline;">RUP (Rational Unified Process</span></strong></p>
<p>Rational Unified Process (RUP) merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan dengan mengumpulkan berbagai <em>best practises</em> yang terdapat dalam industri pengembangan perangkat lunak. Ciri utama metode ini adalah menggunakan <em>use-case driven</em> dan pendekatan iteratif untuk siklus pengembangan perankat lunak. Gambar dibawah menunjukkan secara keseluruhan arsitektur yang dimiliki RUP.</p>
<p>RUP menggunakan konsep <em>object oriented</em>, dengan aktifitas yang berfokus pada pengembangan model dengan menggunakan <em>Unified Model Language</em> (UML). Melalui gambar dibawah dapat dilihat bahwa RUP memiliki, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>Dimensi pertama</strong> digambarkan secara horizontal. Dimensi ini mewakili aspek-aspek dinamis dari pengembangan perangkat lunak. Aspek ini dijabarkan dalam tahapan pengembangan atau fase. Setiap fase akan memiliki suatu <em>major milestone</em> yang menandakan akhir dari awal dari phase selanjutnya. Setiap phase dapat berdiri dari satu beberapa iterasi.  Dimensi ini terdiri atas <em>Inception</em>, <em>Elaboration</em>, <em>Construction</em>, dan <em>Transition</em>.</li>
<li><strong>Dimensi kedua</strong> digambarkan secara vertikal. Dimensi ini mewakili aspek-aspek statis dari proses pengembangan perangkat lunak yang dikelompokkan ke dalam beberapa disiplin. Proses pengembangan perangkat lunak yang dijelaskan kedalam beberapa disiplin terdiri dari empat elemen penting, yakni <em>who is doing</em>, <em>what</em>, <em>how</em> dan <em>when</em>. Dimensi ini terdiri atas</li>
</ul>
<p><em>Business Modeling, Requirement, Analysis and Design, Implementation, Test, Deployment, Configuration </em>dan<em> Change Manegement, Project Management, Environtment. </em></p>
<p><em><a href="http://jumadifran.files.wordpress.com/2010/10/rup1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-75" title="rup" src="http://jumadifran.files.wordpress.com/2010/10/rup1.jpg?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a><br />
</em></p>
<p>Gambar  Arsitektur <em>Rational Unified Process </em></p>
<p>Pada penggunaan kedua standard tersebut diatas yang berorientasi obyek (<em>object orinted</em>) memiliki manfaat yakni:</p>
<p>• <em>Improve productivity </em></p>
<p>Standard ini dapat memanfaatkan kembali komponen-komponen yang telah tersedia/dibuat sehingga dapat meningkatkan produktifitas</p>
<p>• <em>Deliver high quality system </em></p>
<p>Kualitas sistem informasi dapat ditingkatkan sebagai sistem yang dibuat pada komponen­komponen yang telah teruji (<em>well-tested</em> dan <em>well-proven</em>) sehingga dapat mempercepat <em>delivery </em>sistem informasi yang dibuat dengan kualitas yang tinggi.</p>
<p>• <em>Lower maintenance cost </em></p>
<p>Standard ini dapat membantu untuk menyakinkan dampak perubahan yang terlokalisasi dan masalah dapat dengan mudah terdeteksi sehingga hasilnya biaya pemeliharaan dapat dioptimalkan atau lebih rendah dengan pengembangan informasi tanpa standard yang jelas.</p>
<p>• <em>Facilitate reuse </em></p>
<p>Standard ini memiliki kemampuan yang mengembangkan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali untuk pengembangan aplikasi yang lainnya.</p>
<p>• <em>Manage complexity </em></p>
<p>Standard ini mudah untuk mengatur dan memonitor semua proses dari semua tahapan yang ada sehingga suatu pengembangan sistem informasi yang amat kompleks dapat dilakukan dengan aman dan sesuai dengan harapan semua manajer proyek IT/IS yakni <em>deliver good quality software within cost and schedule time and the users accepted</em>.</p>
<p><strong>Fase RUP</strong></p>
<ul>
<li>Inception/insepsi</li>
<li>Elaboration/elaborasi</li>
<li>Construction/konstruksi</li>
<li>Transition/transisi</li>
</ul>
<ul>
<li>Inception</li>
</ul>
<p>–        Menentukan Ruang lingkup proyek</p>
<p>–        Membuat ‘Business Case’</p>
<p>–        Menjawab pertanyaan “apakah yang dikerjakan dapat menciptakan ‘good business sense’ sehingga proyek dapat dilanjutkan</p>
<ul>
<li>Elaboration</li>
</ul>
<p>–        Menganalisa berbagai persyaratan dan resiko</p>
<p>–        Menetapkan ‘base line’</p>
<p>–        Merencanakan fase berikutnya yaitu construction</p>
<ul>
<li>Construction</li>
</ul>
<p>–        Melakukan sederetan iterasi</p>
<p>–        Pada setiap iterasi akan melibatkan proses berikut: analisa desain, implementasi dan testing</p>
<ul>
<li>Transistion</li>
</ul>
<p>–        Membuat apa yang sudah dimodelkan menjadi suatu produk jadi</p>
<p>–        Dalam fase ini dilakukan:</p>
<ul>
<li>Beta dan performance testing</li>
<li>Membuat dokumentasi tambahan seperti; training, user guides dan sales kit</li>
<li>Membuat rencana peluncuran produk ke komunitas pengguna</li>
</ul>
<p><strong>Peran Use Case Pada Setiap Fase</strong></p>
<ul>
<li>Inception</li>
</ul>
<p>–        Menolong mengembangkan scope proyek</p>
<p>–        Menolong menetapkan penjadwalan dan anggaran</p>
<ul>
<li>Elaboration</li>
</ul>
<p>–        Menolong dalam melakukan analisa resiko</p>
<p>–        Menolong mempersiapkan fase berikutnya yaitu konstruksi</p>
<ul>
<li>Construction</li>
</ul>
<p>–        Melakukan sederetan iterasi</p>
<p>–        Pada setiap iterasi akan akan melibatkan proses berikut: analisa desain, implementasi dan testing</p>
<ul>
<li>Transistion</li>
</ul>
<p>–        Membuat apa yang sudah dimodelkan menjadi suatu produk jadi</p>
<p>–        Dalam fase ini dilakukan:</p>
<ul>
<li>Beta dan performance testing</li>
<li>Membuat dokumentasi tambahan seperti; training, user guides dan sales kit</li>
<li>Membuat rencana peluncuran produk ke komunitas pengguna</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penerapan Tahapan Metodologi Pengembagan Perangkat Lunak dengan Menggunakan RUP (Contoh Kasus)</strong></p>
<p><strong> M</strong>etodologi <em>Rational Unified Process </em>(RUP). Metode RUP merupakan metode pengembangan kegiatan yang berorientasi pada proses. Dalam metode ini, terdapat empat tahap pengembangan perangkat lunak yaitu:</p>
<ul>
<li><em>Inception</em></li>
</ul>
<p>Pada tahap ini pengembang mendefinisikan batasan kegiatan, melakukan analisis kebutuhan user, dan melakukan       perancangan awal perangkat lunak (perancangan arsitektural dan <em>use case</em>). Pada akhir fase ini, prototipe perangkat lunak versi <em>Alpha</em> harus sudah dirilis</p>
<ul>
<li><em>Elaboration </em>:</li>
</ul>
<p>Pada tahap ini dilakukan perancangan perangkat lunak mulai dari menspesifikasikan fitur perangkat lunak hingga perilisan prototipe versi <em>Betha</em> dari perangkat lunak.</p>
<ul>
<li><em>Construction </em></li>
</ul>
<p>Pengimplementasian rancangan perangkat lunak yang telah dibuat dilakukan pada tahap ini. Pada akhir tahap ini, perangkat lunak versi akhir yang sudah disetujui administrator dirilis beserta  dokumentasi perangkat lunak.</p>
<ul>
<li><em>Transition </em></li>
</ul>
<p>Instalasi , <em>deployment </em>dan sosialisasi perangkat lunak dilakukan pada tahap ini.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:342px;width:1px;height:1px;"><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;} --> <!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&amp;" lang="EN-US"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/Users/user/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" alt="" width="506" height="343" /><!--[endif]--></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=72&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/10/06/rational-unified-process/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jumadifran.files.wordpress.com/2010/10/rup1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengembangan E-Government di Indonesia</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/30/pengembangan-e-government-di-indonesia-2/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/30/pengembangan-e-government-di-indonesia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 06:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Link file : Pengembangan E-Government di Indoensia Kebutuhan informasi yang cepat, tepat dan akurat menjadi salah satu dasar perkembangan teknologi informasi. Dibagian pemerintahan kebutuhan teknologi informasi ini sudah menjadi salah satu kebutuhan primer, karena pada umumnya pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap pelayanan masyarakat. Dan salah satu tools yang bisa digunakan untuk meningkatkan peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=67&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Link file : <a href="http://jumadifran.files.wordpress.com/2010/09/pengembangan-e-government-di-indoensia2.pdf">Pengembangan E-Government di Indoensia</a></p>
<p><em>Kebutuhan informasi yang cepat, tepat dan akurat menjadi salah satu dasar perkembangan teknologi informasi. Dibagian pemerintahan kebutuhan teknologi informasi ini sudah menjadi salah satu kebutuhan primer, karena pada umumnya pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap pelayanan masyarakat. Dan salah satu tools yang bisa digunakan untuk meningkatkan peningkatan pelayanan masyarakat adalah dengan menerapkan e-government. Tetapi hingga saat ini pemaknaan implementasi e-government oleh pemerintah daerah maupun pusat masih banyak yang bersifat sendiri-sendiri, sehingga masih banyak kendala,  hambatan dan tantangan yang dihadapi untuk meningkatkan pemanfaatan e-government di Indonesia, sehingga masih banyak pemerintah yang menggunakan e-government itu hanya sebagai penyedia informasi saja (web statik).</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=67&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/30/pengembangan-e-government-di-indonesia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How Organization make better decision</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/how-organization-make-better-decision/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/how-organization-make-better-decision/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 08:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[sumber: www.mis-asia.com How does your organisation decide what strategies and business models to pursue, which products and services to offer, which customers to target, what prices to charge and what employees to hire? One poor decision now can lead to a poor outcome later. The most striking finding in the How Organizations Make Better Decisions [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=55&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber: www.mis-asia.com</p>
<p>How does your organisation decide what strategies and business models  to pursue, which products and services to offer, which customers to  target, what prices to charge and what employees to hire? One poor  decision now can lead to a poor outcome later.</p>
<p>The most striking finding in the <a href="http://www.sas.com/reg/gen/corp/897723" target="_blank">How Organizations Make Better Decisions</a> report is that organisations employed a variety of intervention types  involving technology, organisational changes, and new business methods.  Analytical interventions were the most commonly adopted, followed by  culture and leadership. In order to implement these interventions,  decision analysts had to adopt a more consulting-oriented role within  their organisations.</p>
<p>Businesses and organisations have addressed  many aspects of their structure and function, but relatively few have  given systematic attention to one of their most important activities:  their decisions.</p>
<p>Decisions, whether tactical or strategic, are  critical to the success of every organisation. They encompass such  questions as what strategies and business models to pursue, which  products and services to offer, which customers to target, what prices  to charge, and what employees to hire. Organisations that employ poor  decision processes and tools will eventually encounter poor decision  outcomes, and their performance will suffer.</p>
<p>There are many other  reasons why organisations should improve key decisions. The recent  financial crisis was a reminder that poor decisions have both  company-specific and economy-wide consequences.</p>
<p>More positively,  there are new insights, technologies, and methods that can guide  decisions. Scientific advances in neuroscience and behavioural economics  provide new insights for decision-making.</p>
<p>Relatively new  technologies, including analytics, decision automation tools, and  business intelligence systems, make it possible to make better use of  information in decisions. &#8216;Wisdom of crowds&#8217; approaches and technologies  allow larger groups of people to participate meaningfully in decision  processes. Organisations cannot afford to ignore these new options if  they wish to make the best possible decisions.</p>
<p>This <a href="http://www.sas.com/reg/gen/corp/897723" target="_blank">report</a> summarises the many ways organisations have improved their  decision-making processes, specifically using business analytics.  Business analytics help companies identify innovative ways to increase  profits, reduce risk, predict trends and make confident, fact-based  decisions using real-time data. Better business decisions mean better  business. And better business makes for happier customers.</p>
<p>Take <a href="http://www.sas.com/success/comsuper.html" target="_blank">ComSuper</a>,  an Australian Commonwealth Government Agency. When it modernised and  consolidated its Information Management, it was able to view its data in  context, irrespective of its source – a single source of the truth.</p>
<p>&#8216;A  single end-to-end solution has had additional benefits due to the  savings in effort through utilising the SAS common metadata repository,&#8217;  said Kevin Hilder, Director, Information Management, ComSuper.</p>
<p>Before  it revamped its Information Management, ComSuper created its reports in  a variety of spreadsheets and databases. Hilder explained: &#8216;These came  from all around the organisation and while meeting requirements were not  managed in a consistent nor sustainable way. Even the definition of  data was dealt with differently by various subject matter experts and  report authors.&#8217;</p>
<p>Later, SAS won the tender for an end-to-end  solution and Business Intelligence (BI) framework to integrate all its  data and create a sustainable business intelligence reporting system,  when ComSuper decided that &#8216;SAS won both the data integration and  business intelligence tenders on their independent merits as we found  that each of their proposals represented a best-fit solution for  ComSuper. A single end-to-end solution has had additional benefits due  to the savings in effort through utilising the SAS common metadata  repository, which sits at the core of the SAS architecture,&#8217; said  Hilder.</p>
<p>Reaction within ComSuper has been very positive. Managers  now have access to current, accurate and relevant information and have  greater confidence in their reports.</p>
<p>These managers are now  enjoying &#8216;the timely delivery of information. Previously, the latency of  the information they were getting was a cause for concern. Now, by  contrast, our delivery of reports is on time – daily, weekly, monthly –  depending on the report type,&#8217; said Hilder.</p>
<p>Which goes to show, analytical interventions do lead to more accurate and relevant information for better decisions.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=55&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/how-organization-make-better-decision/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>indonesian connected new</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/indonesian-connected-new/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/indonesian-connected-new/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 08:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[The challenge for many governments today is to provide opportunities for citizens and businesses to actively participate in the global economy. This was the view put by Fairfax Business Media Asia correspondent and Computerworld Malaysia deputy editor, AvantiKumar in his welcome address at the eGovernment Seminar 2010 in Kulala Lumpur. The event was sponsored by [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=52&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The challenge for many governments today is to provide opportunities  for citizens and businesses to actively participate in the global  economy. This was the view put by Fairfax Business Media Asia  correspondent and Computerworld Malaysia deputy editor, AvantiKumar in  his welcome address at the eGovernment Seminar 2010 in Kulala Lumpur.  The event was sponsored by CommScope, the Malaysia Software Testing  Board (MSTB), Riverbed Technology, HP Malaysia and McAfee.</p>
<p>The  first keynote speaker, Delesh Kumar, director of ICT practice Asia  Pacific, Frost &amp; Sullivan, expanded on this concept. He noted that  in traditional governments, an increase in the value of services was not  possible without consolidating the way the back end systems and  processes work to bring about the front end of service delivery.</p>
<p>“Many  countries have moved from a paper-based government to introduce the  concept of the e-government,” Kumar said. “The emerging paradigm  maintains that to achieve greater value in service delivery and reduce  costs, integration and the redesign of government organisation and  processes is a necessity. Genuine cost savings and quality improvements  occur only if there is a re-engineering of the internal structures and  processes of the administration.”</p>
<p>In fact, Kumar noted that  governments should be going beyond merely implementing e-government  services but instead be aiming at a concept called the ‘Connected  Government’.</p>
<p><strong>Holistic approach</strong></p>
<p>“Connected Government  is a holistic approach to how a government operates. It’s about how  government agencies work with each other to solve citizens’ problems and  not just about providing services to the public,” Kumar said.</p>
<p>Noting  that this was vital in today’s highly interconnected world, Kumar said  it is not about how services are delivered by governments but how  citizens are using technology to approach governments.</p>
<p>“Look at  today’s mobile broadband and Twitter generation,” he said. “This is no  longer just about e-paper. Governments have to holistically look at how  they communicate with citizens so that they can provide them with more  personalised services.”</p>
<p>Citizens are not only changing the way they communicate but their level of expectations have also increased, Kumar added.</p>
<p>“Citizens,  as consumers, are more informed today because the Internet has changed  their expectations,” he explained. “Technologies like Web 2.0 and social  networking have made the customer experience critical. Adding to this  is that there is a huge Generation-Y segment in Asia, which is used to  these expectations.”</p>
<p>As a result, Kumar noted that it becomes  imperative to have an intelligent and responsive government, as  responsiveness is no longer measured in terms of time taken to revert to  requests but how effectively governments are communicating with their  people.</p>
<p>“Governments would also need to map out how they want to  provide social services with the evolution in technology consumption, as  the future is heading towards services on the go with more interactive  interfaces,” Kumar said.</p>
<p>Dr Ispran Kandasamy, vice president of  sales, enterprise Asia Pacific, CommScope enterprise solutions division,  noted that in the last two years, there has been a significant take-up  in ICT infrastructure by the government.</p>
<p>“There isn’t much  difference between the approach of the private and public sector as far  as IT infrastructure is concerned,” he said. “At the end of the day,  it’s about the quality of service governments offer to citizens and what  is the metric for measuring the delivery of these services.”</p>
<p><strong>Intelligent networks</strong></p>
<p>Kandasamy noted one way for governments to ensure top-class quality was to employ intelligent networks (IN).</p>
<p>According  to him, among some of the features an intelligent infrastructure  solution uses are the discovery of network connectivity from end to end,  real time updates of the infrastructure database, physical location and  tracking for networked devices, alarms for unauthorised and unscheduled  activities, and automation of change and incident management processes.</p>
<p>“When  a network is down, everyone knows about it. But how does anybody know  when the network is up and to what standard it is performing? For this,  you need IN,” Kandasamy explained.</p>
<p>He pointed out that in the  past, governments weren’t ready to spend on these kinds of networks but  today they are looking at them because the cost of not doing so is too  great. Today, it’s not just about return on investments but the total  cost of ownership, he added.</p>
<p>While focusing on the quality of the  network is important, obtaining faster throughput isn’t just about  adding more equipment to increase the bandwidth of the network, said  Peter Elsey, director, service provider alliances, Asia Pacific,  Riverbed Technology.</p>
<p><strong>Globalisation</strong></p>
<p>“The world has  been impacted by globalisation and outsourcing,” Elsey said. “The net  result is that IT equipment has proliferated all over the world and it’s  harder now to manage than before. Furthermore, there is pressure on IT  to do more with less, do more with what you have, and do it in more  places.”</p>
<p>Elsey said in the last 10 years, enterprises and  governments have been faced with a big problem, namely that applications  run slowly across the wide area network (WAN).</p>
<p>He added that  prior to the widespread availability of WAN optimisation technology,  enterprises have had no choice but to spend money on WAN bandwidth and  also on much distributed IT infrastructure to address this problem.  This, he said, did help to some degree but it also introduced issues  relating to IT cost and data security.</p>
<p><strong>Focused on innovation </strong></p>
<p>After  the presentation of broader economic issues facing Malaysia by the  second keynote speaker, Bobby Varanasi, head of marketing and branding  for Outsourcing Malaysia, Nagalingam Kathirgamer, solution architect  technology of HP Malaysia enterprise business, spoke of how governments,  like large enterprises, need to break the cycle of diverting their  resources more towards operations rather than on innovation.</p>
<p>“The  cost of data centre operations has absorbed up to 70 per cent of the IT  budget leaving little for more strategic or innovative needs,” he said.  “Governments, like enterprises, need to reduce the total amount of  resources that are focused on operations and maintenance and free up  resources for more strategic, innovative tasks.”</p>
<p>Kathirgamer noted  that much of today’s traditional data centres are built around an  ageing architecture, which impacts organisational structures and  processes. He added that the day-to-day symptoms include a lack of  standardisation that impedes automation and governance, and as a result,  different systems require varied processes to build and manage  infrastructure.</p>
<p><strong>The value chain</strong></p>
<p>The third guest  keynote speaker, Michiel de Boer, director of consulting Asia, Quint  Wellington Redwood, resumed the session after the break and discussed  the various examples of e-government implementation worldwide.</p>
<p>“There  are many services which e-governments provide,” de Boer said. ”Some of  these comprise citizen-centric service, smart cards, permits, electronic  records, e-procurement, purchasing, kiosks, e-learning, government  grants, e-health and geographical information systems.”</p>
<p>De Boer  noted that these services can only work if structure and processes are  in place. Therefore, governments today must realise that the most  important thing in an e-government implementation is the concept of  “value chain management”.</p>
<p>“The value chain comprises information  management, technology, content management. Underlying these components  is the need to support these pillars. The chain is as strong as the  weakest link; thus, all these pillars will only work when the chain is  held together completely by the chain of support,” he explains.</p>
<p>De  Boer said for example, when a government agency wants to publish some  public information for its citizens to consume, there has to be thought  put in as to what kind of info to publish, how to update this  information, where to link a particular webpage to another. Also  important, he added, is that there must be an authority which can make  these changes.</p>
<p>“If 10 people have this authority, there will be  10 outcomes, and this is no good,” he said, adding that there must be  only one authority that can make the relevant decisions.</p>
<p><strong>Software testing </strong></p>
<p>Amiruddin  Jaafar Sidek, director, Malaysia Software Testing Board (MTSB), noted  that in today’s advance world, everything works because of software and  thus, it becomes imperative that software be tested.</p>
<p>“Imagine  that there are defects in software, and that it has been detected  earlier through testing. Testing therefore can save lives,” he said.</p>
<p>According  to Amiruddin, there is great potential for software testing in Malaysia  today. Gone are the days when a programmer doubles up as a software  tester, he said.</p>
<p>“There is a demand for software quality  assurance and software testing. Thus, we need quality professionals that  have the skills to do this. Amiruddin noted that this is one of the  main drivers for the setting up of the MTSB in 2006. Backed by the  Malaysian government, the MTSB is a voluntary and non-profit  organisation that represents the national industry interests and  promotes the broad profession of software testing. He added that  governments need to take software testing seriously as this forms the  foundation for good software implementation and ensures that whatever  services it gives to the public is of high quality and perform  accordingly.</p>
<p>Alvin Tan, senior strategic account manager,  McAfee, rounded up the session by noting that more than 80 per cent of  the Global 5000 has no data security in place. “The perfect storm has  arrived, but most companies are still not prepared,” he said. “McAfee  believes in securing IT through five steps: acceptance, encryption,  securing ports, classification and data loss prevention (DLP).”</p>
<p>Tan  said that the first step is to ensure that data protection is tightly  woven into the business as data can be lost anywhere. Second:deploying  encryption in laptops and desktops, so that information within  government agencies will be safeguarded. Next: address issues to do with  removable media, such as USB ports. Fourth: identify and manage  confidential data properly. “This is simple to say but hard to do, but  it nevertheless has to be done. To do this, focus on your most critical  data by involving the business stakeholders such as human resources or  your compliance departments,” Tan said.</p>
<p>Lastly, governments  must look at DLP holistically by discovering where the end points of its  network can potentially leak data, he noted.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=52&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/indonesian-connected-new/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Garut Masuk 8 Besar E-Government Award</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/kabupaten-garut-masuk-8-besar-e-government-award/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/kabupaten-garut-masuk-8-besar-e-government-award/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 08:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[sumber: http://jabarnews.com Selasa, 22 Desember 2009 09:42 PRO3RRI &#8211; Garut:: Meski sebagai pendatang baru, Kabupaten Garut telah mensejajarkan diri dengan kabupaten/kota se-Indonesia dalam penerapan e-government. Sebagai pendatang baru tentunya menjadi kesan tersendiri, meski dengan segala keterbatasan, akhirnya mencapai delapan besar di Indonesia dalam penerapan e-government. Meski sebagai pendatang baru, Kabupaten Garut telah mensejajarkan diri dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=49&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tbody>
<tr>
<td width="100%">sumber: http://jabarnews.com</td>
<td width="100%" align="right"><a title="Cetak halaman ini dalam bentuk PDF" href="http://jabarnews.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=2734" target="_blank"> <img src="http://jabarnews.com/templates/ja_labra/images/pdf_button.png" border="0" alt="Cetak halaman ini dalam bentuk PDF" align="middle" /></a></td>
<td width="100%" align="right"><a title="Cetak halaman ini" href="http://jabarnews.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2734&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=53" target="_blank"> <img src="http://jabarnews.com/images/M_images/printButton.png" border="0" alt="Cetak halaman ini" align="middle" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table>
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">Selasa, 22 Desember 2009 09:42</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div id="introtext">
<div><img title="egov_award220091222.jpg" src="http://jabarnews.com/images/stories/egov_award220091222.jpg" alt="egov_award220091222.jpg" width="200" height="277.936962751" /></div>
<p>PRO3RRI  &#8211; Garut:: Meski sebagai pendatang baru, Kabupaten Garut telah  mensejajarkan diri dengan kabupaten/kota se-Indonesia dalam penerapan  e-government. Sebagai pendatang baru tentunya menjadi kesan tersendiri,  meski dengan segala keterbatasan, akhirnya mencapai delapan besar di  Indonesia dalam penerapan e-government.</p></div>
<div>
<p>Meski sebagai pendatang baru, Kabupaten  Garut telah mensejajarkan diri dengan kabupaten/kota se-Indonesia dalam  penerapan e-government. Sebagai pendatang baru tentunya menjadi kesan  tersendiri, meski dengan segala keterbatasan, akhirnya mencapai delapan  besar di Indonesia dalam penerapan e-government.</p>
<p>Mengusung tema  Connected Government 2.0 : Toward Collaboration Government, Kabupaten  Garut menjadi salah satu peserta dari 95 di Indonesia untuk kategori  kabupaten/kota, secara keseluruhan diikuti 153 lembaga. Proses  penilaiannya sendiri dilakukan berdasarkan peserta yang mendaftar dan  memberikan data kepada panitia. Pendaftaran dilakukan dengan mengisi  daftar pertanyaan yang berisi pertanyaan teknis dan implementasi  e-government lembaga masing-masing. Proses pendaftaran dimulai 5 Mei  2009 sampai dengan 22 Juli 2009. Jurinya pun tidak tanggung-tanggung  mulai dari juri infrastruktur hingga juri implementasi e-government.</p>
<p>Menurut  Kepala Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut, Drs. Dik Dik  Hendrajaya, M.Si, proses penilaian dilakukan dalam tiga tahap, yakni :  penilaian website, penilaian infrastruktur dan implementasi  e-government, hingga sesi tanya jawab dengan pimpinan lembaga dan  pengelola teknis e-government.</p>
<p>Kabupaten Garut memiliki  keunggulan di situs www.garutkab.go.id, karena dalam penilaian ini  berbobot 10 % dengan masing-masing atribut dibobot pada identitas (20%),  isi situs (20%), fungsi layanan masyarakat (20%), fitur situs web (20%)  dan uji respons (20%), belum termasuk penilain lain dari sisiv  e-government yang mengandung proses e-government (33%), SDM (33%) serta  perangkat dan aplikasi e-government (33,3) yang keseluruhan penjurian  memakan waktu selama empat bulan.</p>
<p>Hasilnya, pada tanggal 15  Desember 2009, Kabupaten Garut meraih nilai 611,0 dengan rating B  dirutan 8, dibawah Pemkab Jembrana (sebagai Best of The Best), kedua  Kota Surabaya, diikuti Kota Bogor, Kota Malang, Kota Yogyakarta,  Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Keungulan Kabupaten  Garut sendiri sebenarnya baru terakomodir dari websitenya, meski baru  masuk tahap interaksi. Selama ini website garutkab.go.id baru unggul  dalam publisitas, padahal untuk meraihnya memiliki empat tahapan, yakni :  publikasi, interaksi, transaksi hingga kolaborasi.</p>
<p>Tentunya  keberhasilan ini patut disyukuri mengingat, Kabupaten Garut merupakan  bagian dari Provinsi Jawa Barat yang tengah gigih mencanangkan Jabar  Cyber Province 2012. Kendalanya adalah belum terbangunnya infrastruktur  dengan memadai, padahal tahun 2012 hanya tinggal menunggu waktu,  Kabupaten Garut dihadapkan letak geografis yang berbeda dengan kota lain  peraih e-government award. Hingga kini belum seluruh kecamatan di  Kabupaten Garut terakses jaringan komunikasi telepon. Padahal di pelupuk  mata tersimpan potensi alam yang bisa dikelola, salah satunya dengan  penerapan e-governmen. Ia bisa dioterapkan melalui e-farm, atau aplikasi  apalh istilahnya, sesuai dengan kondisi daerah ini.</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=49&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/kabupaten-garut-masuk-8-besar-e-government-award/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jabarnews.com/templates/ja_labra/images/pdf_button.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cetak halaman ini dalam bentuk PDF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jabarnews.com/images/M_images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cetak halaman ini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jabarnews.com/images/stories/egov_award220091222.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">egov_award220091222.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cmmi lanjutan</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/cmmi-lanjutan/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/cmmi-lanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 08:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[1. Continuous vs Staged CMMI terdiri dari banyak Process Area (PA). Kita memilih Continuous atau Staged tergantung bagaimana kita ingin mengimplementasikan PA tersebut. Kalau kita mengimplementasikan Continuous, kita memilih beberapa PA saja terserah kita, lalu berusaha comply dengan PA tersebut. Kalau kita pilih Staged, kita akan memilih maturity level (ML) yang ingin kita capai. Selanjutnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=46&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Continuous vs Staged<br />
CMMI terdiri dari banyak Process Area (PA).<br />
Kita memilih Continuous atau Staged tergantung bagaimana kita ingin<br />
mengimplementasikan PA tersebut.</p>
<p>Kalau kita mengimplementasikan Continuous,<br />
kita memilih beberapa PA saja terserah kita, lalu berusaha comply<br />
dengan PA tersebut.</p>
<p>Kalau kita pilih Staged, kita akan memilih maturity level (ML) yang<br />
ingin kita capai.<br />
Selanjutnya, kita harus mengimplementasikan paket PA sesuai ML yang<br />
ingin dicapai.</p>
<p>Analogi sederhananya, kalau kita ke McD*, Staged itu kalau kita pesan PaNas.<br />
Pasti bakalan dapat nasi, telor, dan softdrink. Gak boleh minta<br />
burger, walaupun softdrinknya boleh diganti Sprite.</p>
<p>Continuous itu kalo kita pilih sendiri combonya, misalnya eskrim,<br />
cheese burger, dan kentang.</p>
<p>Rating ML cuma diberikan kalau kita mengambil Staged.</p>
<p>*Disclaimer : saya tidak ada afiliasi whatsoever dengan McD.</p>
<p>2. Bagaimana menentukan ML?<br />
Ya pertama, kita harus tentukan mau mencapai ML berapa, misalnya ML 3.<br />
Nah kemudian lihat isinya ML 3 itu PA apa saja.<br />
Kemudian, pastikan bahwa semua persyaratan masing-masing PA sudah kita penuhi.<br />
Kalo semuanya sudah terpenuhi, baru kita bisa menganggap diri kita ML3.</p>
<p>Nah, gimana biar orang lain percaya bahwa kita benar2 ML3, bukan cuma<br />
ngaku-ngaku aja?<br />
Tentunya kita harus diaudit oleh pihak yang berwajib (SEI Partner).<br />
SEI Partner yang bisa digunakan ada daftarnya di sini :<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.google.com/url?sa=D&amp;q=http://www.sei.cmu.edu/partners/directory/organization/&amp;usg=AFQjCNENLuMx02mn2qdp3qGQpSLFfKinEw" target="_blank">http://www.sei.cmu.edu/partners/directory/organization/</a></p>
<p>Proses auditnya sendiri dinamakan SCAMPI Class A Appraisal.</p>
<p>Tinggal hubungi aja para partner itu, dan compare harga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Biasanya tidak cukup cuma appraisal aja, karena kita belum tentu paham 100%<br />
apa yang diminta oleh suatu PA.<br />
Jadi kita juga butuh consulting agar mengerti dan agar SOP kita comply.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=46&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/cmmi-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>indonesian connected</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/indonesian-connected/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/indonesian-connected/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 08:33:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Solusi e-Government menggunakan Connected Industry Framework Pemerintahan biasanya terdiri dari banyak agen-agen dan departemen yang memberikan bermacam-macam layanan ke konstitusi dan bisnis seperti : pelayanan masyarakat, pendidikan, kesehatan, keamanan publik, kepegawaian, transportasi, masalah lingkungan, perdagangan dan pertahanan. Biasanya agen-agen bekerja secara terpisah tanpa kerjasama yang memadai Agen-agen berurusan dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=43&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://tonyseno.blogspot.com/2008/07/solusi-e-government-menggunakan.html">Solusi e-Government menggunakan Connected Industry Framework</a></h3>
<div>
<p><a href="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3nYCpFuQI/AAAAAAAAAXA/BBXnZRMiHsA/s1600-h/image%5B29%5D.png"><img title="image" src="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3nabfguJI/AAAAAAAAAXE/uXboS13K8Wk/image_thumb%5B50%5D.png?imgmax=800" border="0" alt="image" width="480" height="484" /></a></p>
<p>Pemerintahan  biasanya terdiri dari banyak agen-agen dan departemen yang memberikan  bermacam-macam layanan ke konstitusi dan bisnis seperti : pelayanan  masyarakat, pendidikan, kesehatan, keamanan publik, kepegawaian,  transportasi, masalah lingkungan, perdagangan dan pertahanan.</p>
<ul>
<li>Biasanya agen-agen bekerja secara terpisah tanpa kerjasama yang memadai</li>
<li>Agen-agen berurusan dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan anggaran yang juga besar</li>
<li>Alokasi anggaran besar sehingga sangat perlu penghematan</li>
<li>Mulai dirasakan perlunya peningkatan efisiensi dan produktivitas dengan meningkatnya pengeluaran di bidang IT</li>
<li>Penduduk mulai menuntut pelayanan yang lebih baik dan transparan</li>
<li>Pemerintah  biasanya lebih lambat daripada perusahaan swasta dalam mengadopsi  teknologi baru, tetapi sekali jalan biasanya besar dan lengkap</li>
</ul>
<p><strong>Perlunya Framework yang Menyeluruh</strong></p>
<p>Masyarakat  menginginkan adanya peningkatan efisiensi, penghematan, kenyamanan, dan  kemudahan. Untuk itu diperlukan sebuah framework yang menyeluruh :</p>
<ul>
<li>Peningkatan  efisiensi dalam pengurangan biaya operasi, penggunaan karyawan  pemerintahan yang trampil, dan peningkatan pengetahuan karyawan</li>
<li>Penghematan  yang didapat dari pengeluaran yang tepat guna : pengurangan anggaran  belanja, penyelesaian masalah pajak dan kebocoran, pemeliharaan  perangkat yang kuno dan mahal, masalah integrasi dan interoperability</li>
<li>Layanan yang nyaman dan mudah : harapan masyarakat yang meningkat, kebutuhan saling bagi informasi yang meningkat, kaum manula…</li>
</ul>
<p>Di  industri IT ini dikenal suatu framework yang disebut Connected Industry  Framework, yang menggabungkan beberapa framework lain yaitu : Connected  Government, Connected Health, dan Connected Education Framework.</p>
<p><a href="http://lh5.ggpht.com/tonyseno/SI3nbwuwjTI/AAAAAAAAAXI/QTMo5PTY7lM/s1600-h/image%5B30%5D.png"><img title="image" src="http://lh5.ggpht.com/tonyseno/SI3ndhkxWII/AAAAAAAAAXM/ORUnDTld7lo/image_thumb%5B51%5D.png?imgmax=800" border="0" alt="image" width="644" height="214" /></a></p>
<p>Connected  Government Framework merupakan suatu landasan di mana badan-badan  pemerintah berkomunikasi dengan rakyat dengan mudah, tepat guna, dan  sesuai dengan aturan yang berlaku.</p>
<p>Sayangnya mewujudkan impian  seperti di atas tidak mudah, karena sekarang ini sistem IT yang  menghubungkan antara rakyat (pengguna) ke penyedia layanan sangat rumit,  mirip jaring laba-laba, sehingga biayanya cenderung mahal, pelayanannya  lambat, dan perlu banyak orang.</p>
<p>Connected Government Framework  (CGF) menyederhanakan sistem IT yang tradisional tadi dengan adanya  konsep penggunaan sumberdaya IT yang bisa dipakai bersama-sama.</p>
<p><strong>Solusi di Negara Maju</strong></p>
<p>Banyak  negara maju sudah menerapkan infrastruktur eGovernment yang terpusat.  Di sini diperlukan sebuah provider identitas untuk seluruh penduduk,  sebuah titik untuk semua transaksi eGov, makin banyaknya layanan yang  menggunakan sumberdaya bersama, dan sistem yang saling terpisah dan  independen</p>
<p>Namun demikian beberapa sektor yang sensitif bisa memiliki hubnya sendiri.</p>
<p>Antara hub yang berbeda ada kolaborasi dan penggunaan sumberdaya bersama (seperti authentikasi).</p>
<p>Di bawah ini merupakan contoh di mana pemerintahan menggunakan sebuah hub terpusat untuk menghubungan setiap orang ke server.</p>
<p><a href="http://lh6.ggpht.com/tonyseno/SI3nenleGCI/AAAAAAAAAXU/eo3KzIigRtI/s1600-h/image%5B18%5D.gif"><img title="image" src="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3ngcdMQ1I/AAAAAAAAAXY/LSjBuvOkdOA/image_thumb%5B12%5D.gif?imgmax=800" border="0" alt="image" width="407" height="480" /></a></p>
<p>Untuk  pemerintah yang belum siap dengan sistem yang terpusat seperti di atas,  kita bisa lakukan pendekatan lain, yang disebut sebagai konfederasi, di  mana sebuah hub akan berkomunikasi dengan hub yang lain seperti gambar  di bawah ini :</p>
<p><a href="http://lh4.ggpht.com/tonyseno/SI3nhJA-iMI/AAAAAAAAAXc/ucXznut93Hg/s1600-h/image%5B19%5D.gif"><img title="image" src="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3niBitAMI/AAAAAAAAAXg/OXOvB86V0FA/image_thumb%5B13%5D.gif?imgmax=800" border="0" alt="image" width="475" height="480" /></a></p>
<p><strong>Solusi Local Regional Government</strong></p>
<p>Jika  dimungkinkan gunakan Shared Infrastructure, di mana sebuah agen  memegang landasan untuk agen yang lain, dan di sini diperlukan sebuah  Identity Provider saja.</p>
<p>Jika tidak dimungkinkan (karena  egosentris), maka kita bisa lakukan pendekatan secara terdistribusi  dengan Distributed Infrastructure. Di sini masing-masing agen saling  tersambung menggunakan hub-nya masing-masing, dan diperlukan beberapa  Identity Provider yang independent.</p>
<p>Sistem Distributed Infrastructure diintegrasikan dengan National Hub.</p>
<p>Satu  kunci sukses dalam menerapkah hal ini adalah dengan membuat suatu  layanan yang cukup mudah tetapi strategis dan memiliki efek yang hebat.  Misalnya dengan membuat layanan untuk KTP Nasional. Penerapan teknis KTP  Nasional ini sebenarnya mudah dan memiliki efek yang menyeluruh  terhadap kemajuan bangsa Indonesia, karena KTP Nasional bisa digunakan  sebagai acuan semua layanan yang ada di negara ini, dan merupakan titik  awal yang sangat baik untuk kemajuan bangsa.</p>
<p>Dengan adanya  solusi LRG seperti ini, maka kita bisa dapatkan efisiensi yang luar  biasa dengan otomasi proses bisnis, misalnya pembuatan KTP yang dulunya  memakan waktu 1 minggu, sekarang malah tidak perlu lagi KTP baru, dan  penggantian data KTP (karena pindah misalnya) hanya makan waktu beberapa  menit saja.</p>
<p><strong>Solusi Emerging Government</strong></p>
<p>Untuk  negara berkembang seperti Indonesia yang lebih sesuai adalah  infrastruktur eGovernment yang terpusat, menggunakan model layanan  bersama, hosted agency, Identity Provider terpusat, dan aplikasi portal  yang co-hosted.</p>
<p>Karena badan-badan pemerintah di sini tidak  memiliki keseragaman dalam implementasi eGovernment, maka di sini  diperlukan fasilitas untuk menggabungkan proses bisnis yang sudah serba  digital dengan proses bisnis yang masih menggunakan cara lama (kertas  dll).</p>
<p>Secara perlahan-lahan badan-badan pemerintah yang belum siap mulai dimigrasikan ke sistem digital.</p>
<p><a href="http://lh4.ggpht.com/tonyseno/SI3njt-0J_I/AAAAAAAAAXk/GGNVQH3JN-I/s1600-h/image%5B31%5D.png"><img title="image" src="http://lh4.ggpht.com/tonyseno/SI3nlog0weI/AAAAAAAAAXo/0e1NDTHpiJw/image_thumb%5B52%5D.png?imgmax=800" border="0" alt="image" width="644" height="429" /></a></p>
<p>Di  atas adalah gambar konsep dari sebuah sistem eGovernment di mana  masyarakat atau pengguna (di pojok kiri bawah) terhubung ke pemerintah  (dalam hal ini POLISI diambil sebagai contoh) melalui bermacam-macam  alat yang terhubung lewat internet. Polisi sendiri terhubung ke  badan-badan pemerintah yang lainnya…</p>
<p>Sedangkan di bawah ini kita bisa melihat beberapa contoh layanan yang bisa didapatkan melalui sistem eGovernment ini :</p>
<p><a href="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3nnldXCfI/AAAAAAAAAXs/uYVhJ9PzTRo/s1600-h/image%5B32%5D.png"><img title="image" src="http://lh4.ggpht.com/tonyseno/SI3npDJyTCI/AAAAAAAAAXw/RzsEA0TzTag/image_thumb%5B53%5D.png?imgmax=800" border="0" alt="image" width="644" height="405" /></a></p>
<p>Connected Industry Framework dibangun menggunakan beberapa software di sisi Infrastruktur seperti di bawah ini :</p>
<p><a href="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3nqDABO6I/AAAAAAAAAX0/PR9Mcgzs43w/s1600-h/image%5B34%5D.png"><img title="image" src="http://lh6.ggpht.com/tonyseno/SI3nrab7SxI/AAAAAAAAAX4/3OyfpFoHCH4/image_thumb%5B56%5D.png?imgmax=800" border="0" alt="image" width="644" height="214" /></a></p>
<p>Di bawah ini adalah komponen yang dipandang dari sudut yang berbeda-beda :</p>
<p><a href="http://lh6.ggpht.com/tonyseno/SI3nsKjAt2I/AAAAAAAAAX8/_masaEZ_-aI/s1600-h/image%5B20%5D.gif"><img title="image" src="http://lh5.ggpht.com/tonyseno/SI3nszq0NUI/AAAAAAAAAYA/Y8EHVwnXHhE/image_thumb%5B14%5D.gif?imgmax=800" border="0" alt="image" width="640" height="457" /></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=43&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/indonesian-connected/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3nabfguJI/AAAAAAAAAXE/uXboS13K8Wk/image_thumb%5B50%5D.png?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh5.ggpht.com/tonyseno/SI3ndhkxWII/AAAAAAAAAXM/ORUnDTld7lo/image_thumb%5B51%5D.png?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3ngcdMQ1I/AAAAAAAAAXY/LSjBuvOkdOA/image_thumb%5B12%5D.gif?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh3.ggpht.com/tonyseno/SI3niBitAMI/AAAAAAAAAXg/OXOvB86V0FA/image_thumb%5B13%5D.gif?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh4.ggpht.com/tonyseno/SI3nlog0weI/AAAAAAAAAXo/0e1NDTHpiJw/image_thumb%5B52%5D.png?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh4.ggpht.com/tonyseno/SI3npDJyTCI/AAAAAAAAAXw/RzsEA0TzTag/image_thumb%5B53%5D.png?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/tonyseno/SI3nrab7SxI/AAAAAAAAAX4/3OyfpFoHCH4/image_thumb%5B56%5D.png?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh5.ggpht.com/tonyseno/SI3nszq0NUI/AAAAAAAAAYA/Y8EHVwnXHhE/image_thumb%5B14%5D.gif?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CMMI(Capability Maturity Model Integration)</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/cmmicapability-maturity-model-integration/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/cmmicapability-maturity-model-integration/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 08:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Meningkatkan Kualitas Produksi Piranti Lunak Dalam Negeri dengan Menerapkan CMM-SW ABSTRACT Saat ini kebutuhan akan adanya piranti lunak disetiap sektor pembangunan, demikian tinggi. Di sisi lain dengan semakin terbukanya keran pasar bebas, mendorong pengembang piranti lunak dalam negeri harus bisa bersaing dengan pengembang piranti lunak luar negeri. Pasar pasti akan memiliki piranti lunak yang berkualitas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=40&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://www.hdn.or.id/index.php/artikel/2006/meningkatkan_kualitas_produksi_piranti_l">Meningkatkan Kualitas Produksi Piranti Lunak Dalam Negeri dengan Menerapkan CMM-SW</a></h3>
<p>ABSTRACT</p>
<p>Saat ini kebutuhan akan adanya piranti lunak disetiap sektor  pembangunan, demikian tinggi. Di sisi lain dengan semakin terbukanya  keran pasar bebas, mendorong pengembang piranti lunak dalam negeri harus  bisa bersaing dengan pengembang piranti lunak luar negeri. Pasar pasti  akan memiliki piranti lunak yang berkualitas, karena akan sangat  berpengaruh pada bisnis mereka. Bagi pasar, baik atau tidaknya kualitas  sebuah piranti lunak, akan mereka lihat dari sejauh mana penerapan  Capability Maturity Model for Software (CMM-SW) pada pengembang piranti  lunak yang bersangkutan.</p>
<p>Oleh karena itu, pengembang piranti lunak dalam negeri harus bisa  meningkatkan kualitas produksinya dengan menerapkan CMM-SW. Penerapan  CMM-SW ini bukan semata-mata untuk meningkatkan prestise, tapi lebih  kepada peningkatan kualitas produksi piranti lunak.</p>
<p>Kata kunci:  Capability Maturity Model for Software (CMM-SW), Piranti Lunak, Software Process</p>
<p><a id="more40" name="more40"></a></p>
<p>Follow up:</p>
<p>I. PENDAHULUAN</p>
<p>Ada tiga hal yang sangat penting dalam perkembangan teknologi saat  ini. Ketiga hal tersebut adalah software (piranti lunak), hardware  (piranti keras), dan sumber daya manusia. Ketiga hal ini dipastikan ada  di dalam setiap organisasi.</p>
<p>Salah satu hal yang menjadi bahasan utama dalam makalah ini adalah  piranti lunak. Piranti lunak sudah menjadi tulang punggung dalam setiap  bussiness proses di tiap-tiap organisasi. Seiring dengan kemajuan zaman,  maka kebutuhan akan piranti lunak semakin tinggi. Tidak hanya itu,  pasar akan semakin jeli dalam memilih piranti lunak yang akan digunakan  dalam organisasinya. Piranti lunak yang mereka pilih adalah yang  berkualitas. Karena tingkat kualitas piranti lunak akan sangat  mempengaruhi bussiness proses organisasi. Jika bussiness processnya  baik, maka akan meningkatkan pelayanan, meningkatkan kinerja, dan  meningkatkan revenue.</p>
<p>Secara umum, pasar tidak begitu memahami secara mendalam tentang  bagaimana kualitas piranti lunak yang baik itu. Oleh karena itu, dalam  menilai kualitas sebuah produk piranti lunak, pasar akan menilainya  secara pragmatis, salah satunya yaitu dengan melihat sejauh mana  penerapan CMM-SW pada organisasi piranti lunak yang bersangkutan.  Semakin tinggi level penerapan CMM-SW-nya, maka dipastikan akan semakin  baik kualitas produksinya.</p>
<p>II. CAPABILITY MATURITY MODEL FOR SOFTWARE (CMM-SW)</p>
<p>Dalam sebuah organisasi pengembang piranti lunak, Software Process  adalah inti utamanya. Software Process merupakan sekumpulan aktivitas,  metode, praktek, dan berbagai transformasi yang digunakan oleh  sekumpulan manusia di dalamnya untuk membangun dan memelihara piranti  lunak serta hal-hal yang berkaitan dengannya, misalnya project plan,  dokumen desain, code, testing, cases, dan user manual.</p>
<p>Berkaitan dengan Software Process tersebut, terdapat istilah Software  Process Capability, Software Process Performance, dan Software Process  Maturity. Software Process Capability mendeskripsikan jangkauan akan  hasil yang diharapkan dari Software Process. Sedangkan Software Process  Performance merupakan hasil yang saat ini diraih dari Software Process.</p>
<p>Satu hal yang sangat penting yaitu Software Process Maturity. Hal ini  berkaitan dengan cakupan proses tertentu yang benar-benar telah  terdefinisikan secara eksplisit, sudah dapat diatur, dapat diukur,  dikontrol, dan efektif. Dengan kata lain, Software Process Maturity  berkaitan dengan tingkat kematangan dalam Software Process, dan akan  berakibat pada kualitas produk piranti lunak yang dihasilkan. Berkaitan  dengan inilah, maka kini terdapat sebuah model untuk menggambarkan  tingkat kematangan Software Process pada sebuah pengembang piranti  lunak, hal tersebut dikenal dengan Capability Maturity Model for  Software (CMM-SW).</p>
<p>CMM-SW adalah sebuah metode untuk mengevaluasi dan mengukur tingkat  kematangan (maturity) dari proses rekayasa piranti lunak. Dalam dokumen  resminya, dijelaskan bahwa CMM-SW menyediakan pedoman kepada pengembang  piranti lunak tentang bagaimana untuk meningkatkan kontrol terhadap  proses mereka dalam membangun dan memelihara piranti lunak, dan tentang  bagaimana untuk mengembangkan lebih jauh sebuah kultur rekayasa piranti  lunak dan majemen yang baik. CMM-SW didesain sebagai pedoman pengembang  piranti lunak dalam memilih strategi peningkatan proses, dengan mengukur  kematangan proses yang sedang berjalan dan mengidentifikasi beberapa  isu yang paling kritikal sehubungan dengan kualitas piranti lunak dan  peningkatan proses.[1]</p>
<p>Dengan demikian, bila sebuah pengembang piranti lunak menerapkan  CMM-SW pada organisasinya, diharapkan pengembang tersebut dapat lebih  mengontrol dan mengarahkan Software Process mereka. Sehingga cara  kerjanya tidak lagi dilakukan seperti halnya sebuah proyek dadakan tanpa  rencana.  Hal ini juga dapat dijadikan sebagai acuan bagi pengembang  piranti lunak yang baru untuk mengetahui bagaimana seharusnya proses  sebuah pengembangan piranti lunak berlangsung. Sehingga proses  â€œbuilding blockâ€� akan lebih efektif dan efisien. dalam hal  mengembangkan perusahaan yang bersangkutan. Aktivitas pengontrolannya  pun dapat dilakukan secara terukur.</p>
<p>Dengan CMM-SW, pengembang piranti lunak akan benar-benar menjadi  pengembang piranti lunak yang sesungguhnya. Karena CMM-SW akan membentuk  kultur internal dan manajemen yang baik. Kultur dan struktur dari hasil  CMM-SW tersebut akan sangat terintegrasi dengan pengembangan piranti  lunak.</p>
<p>III. LIMA LEVEL PADA CMM-SW</p>
<p>Dalam pelaksanaan teknisnya, CMM-SW terdiri dari 5 level dilihat dari  tingkat kematangan Software Process. Kelima level tersebut terdiri dari  Initial (level 1), Repeatable (level 2), Defined (level 3), Managed  (level 4), dan Optimizing (level 5). Semakin tinggi status level CMM  pada sebuah pengembang piranti lunak, maka bisa dipastikan kualitas  produksinya semakin baik. Ilustrasinya dapat dilihat pada diagram Level  CMM-SW di Fig.1.</p>
<p>Secara singkat, berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing level tersebut: [2]</p>
<p>Level 1: Initial. Software process dikarakteristikan sebagai sebuah  ad hoc, dan kadang-kadang terjadi peristiwa chaos. Hanya sedikit dari  proses yang telah didefinisikan dengan jelas, dan kesuksesan tergantung  pada usaha individu. Semua pengembang piranti lunak minimal sudah pasti  ada pada level ke-1 ini.</p>
<p>Level 2: Repeatable. Proses-proses pada manajemem proyek yang  fundamental telah berjalan baik dalam hal untuk menelusuri pembiayaan,  penjadwalan, dan fungsionalitas. Ketertiban proses yang diperlukan  adalah dalam hal untuk mengulangi kembali kesuksesan-kesuksesan dalam  proyek dengan aplikasi yang serupa.</p>
<p>Level 3: Defined. Pada level ini, pengembangan piranti lunak untuk  manajemen dan aktivitas rekayasa telah didokumentasikan dengan baik,  distandarisasikan, dan diintegrasikan dalam sebuah standar Software  Process untuk organisasi yang bersangkutan. Semua proyek menggunakan  standarisasi Software Process milik organisasi  yang telah disetujui dan  disesuaikan, untuk membangun dan memelihara piranti lunak.</p>
<p>Level 4: Managed. Pada level ini, ukuran-ukuran mendetail dari  Software Process dan kualitas produksi telah dimiliki. Software process  dan produksi secara kuantitatif sudah dipahami dan dapat dikontrol.</p>
<p>Level 5: Optimizing. Peningkatan proses secara kontinyu diberlakukan  dengan feedback kuantitatif dari proses tersebut, dan dari  teknologi-teknologi serta ide-ide pilot-project yang inovatif.</p>
<p>Secara umum, kelima level diatas merupakan gambaran adanya suatu  tahapan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas piranti lunak. Setiap  level harus dilalui secara sekuensial. Tidak bisa melakukan  lompatan-lompatan ke level atas, sebelum menerapkan CMM-SW pada level  dibawahnya. Di sini dapat dilihat bahwa usaha peningkatan kualitas  tersebut dilakukan dengan berorientasi kepada peningkatan proses.</p>
<p>Jika ilustrasikan dengan sebuah perjalanan menuju suatu tujuan, maka  kelima level tersebut ibaratkan titik-titik pada peta perjalanan yang  harus dilalui oleh pengembang piranti lunak agar dapat mencapai  tujuannya dengan lebih efisien dan efektif. Jika tanpa peta perjalanan,  mungkin akan sampai tujuan, tapi mungkin tidak efisien dan/atau tidak  efektif. Bahkan mungkin tujuan tidak tercapai.</p>
<p>IV. ALAT BANTU MENINGKATKAN KUALITAS</p>
<p>CMM-SW inilah yang merupakan â€œalat bantuâ€� agar pengembang piranti  lunak dapat mencapai tujuannya, meningkatkan kualitas produksinya.</p>
<p>Dalam setiap levelnya, CMM memiliki Key Process Area (KPA) sebagai  rincian tentang hal-hal yang harus menjadi perhatian. Misalnya, pada  level-2 KPA-nya antara lain Requirement Management, Software Project  Planning, Software Project Tracking and Oversight, Software Subcontract  Management, Software Quality Assurance, dan Sofware Configuration  Management. Setiap KPA tersebut memiliki beberapa tujuan yang harus  dicapai. Agar memudahkan dalam mencapai tujuan, CMM-SW menyediakan  Common Feature, yang merupakan beberapa hal yang harus menjadi perhatian  dalam implementasi. Setiap Common Feature tersebut memiliki Key  Practice, yang merupakan garis-garis besar yang harus dilakukan oleh  organisasi piranti lunak. Penjelasan yang berkaitan dengan hal ini,  dapat dilihat pada diagram Struktur CMM-SW di Fig.2.</p>
<p>Khusus untuk level-1, di sini tidak ada Key Process Area. Karena  semua organisasi piranti lunak sudah dianggap berada pada level ini.</p>
<p>Dari rincian struktur CMM-SW ini, dapat kita lihat bahwa CMM-SW dapat  membimbing pengembang piranti lunak dalam melakukan proses yang baik  dan benar. Proses pembimbingannya tersebut benar-benar didesain dalam  bentuk yang terstruktur dan bertahap agar pengembang dapat mudah  mengikutnya. Karena kebertahapan merupakan suatu keniscayaan untuk  menuju sesuatu yang lebih baik.</p>
<p>CMM-SW berorientasi kepada peningkatan proses pada setiap levelnya.  Karena pembangunan dan pemeliharaan piranti lunak sangat bergantung  kepada prosesnya. Semakin baik prosesnya, maka akan semakin baik pula  kualitas outputnya.</p>
<p>IV. PENTINGNYA KUALITAS PIRANTI LUNAK</p>
<p>Untuk pengembang piranti lunak dalam negeri, CMM-SW ini harus menjadi  acuan agar mereka dapat bersaing dengan pengembang piranti lunak dari  manca negara. Persaingannya adalah dalam hal berlomba-lomba dalam  peningkatan kualitas, bukan dalam hal berlomba-lomba meningkatkan  prestise. Prestise akan datang dengan sendirinya kalau produksi yang  dihasilkan berkualitas baik.</p>
<p>Di sisi lain, manusia pada saat ini berbeda dengan manusia yang lalu.  Saat ini manusia lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih kritis dalam  menilai sesuatu. Sedangkan organisasi terdiri dari banyak manusia.  Dengan demikian, organisasi saat ini pun akan semakin kritis dalam  menilai sesuatu, termasuk dalam memilih piranti lunak. Apalagi  pengembang piranti lunak semakin banyak, maka pasar pasti akan melakukan  pemilihan, yaitu memilih yang berkualitas. Ini merupakan salah satu hal  yang menggambarkan betapa pentingnya kualitas piranti lunak.</p>
<p>Selain itu, dengan adanya peningkatan kualitas piranti lunak akan  mendorong pesatnya perkembangan sebuah organisasi. Sebagaimana telah  disebutkan sebelumnya, dengan dukungan piranti lunak yang berkualitas,  akan meningkatkan pelayanan, meningkatkan kinerja, dan revenue.</p>
<p>Semua itu akan mendukung daya saing pengembang piranti lunak dalam  negeri terhadap pengembang piranti lunak manca negara. Apalagi kalau  pengembang piranti dalam negeri hendak mengekspor produksinya ke luar  negeri, CMM-SW ini merupakan syarat yang sangat penting.</p>
<p>Untuk membangun suasana pengembangan piranti lunak yang kondusif,  pemerintah turut bertanggung jawab untuk mendorong agar  perusahaan-perusahaan memiliki perhatian penuh terhadap peningkatan  kualitas. Dukungan pemerintah terhadap hal ini berupa diterapkannya  CMM-SW sebagai bakuan dalam setiap proyek pengembangan piranti lunak  oleh pemerintah. Hal ini akan mendorong para pengembang piranti lunak  dalam negeri untuk menerapkan CMM-SW pada organisasinya untuk  peningkatan kualitas. Karena peningkatan kualitas tersebut secara umum  akan meningkatkan pembangunan nasional.</p>
<p>V. MASA DEPAN</p>
<p>CMM-SW sudah dikembangkan sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Untuk  masa kini dan masa depan, sudah muncul lagi yang bernama CMMI  (Capability Maturity ModelÂ® Integration). CMMI merupakan pengembangan  lebih lanjut dari CMM-SW. Atau boleh dikatakan bahwa CMMI ini merupakan  CMM-SW versi baru. Para pengembang piranti lunak sudah mulai disarankan  untuk bermigrasi dari CMM-SW ke CMMI. Namun tidak ada salahnya jika kita  pelajari lebih dahulu tentang CMM-SW untuk memahami dasarnya, setelah  itu baru beranjak kepada CMMI.</p>
<p>VI. KESIMPULAN</p>
<p>Tantangan kedepan dalam bersaing adalah tantangan pemenuhan kualitas  yang baik. Oleh karena itu penerapan CMM-SW pada sebuah pengembang  piranti lunak dalam negeri merupakan suatu keniscayaan. Selain itu,  CMM-SW juga dapat membimbing pengembang piranti lunak yang baru, agar  dapat establish menjadi sebuah pengembang piranti lunak yang  sebenar-benarnya. Tahapan-tahapan dalam CMM-SW sudah didesain untuk  menuntun agar sebuah pengembang piranti lunak dapat tumbuh berkembang.</p>
<p>REFERENSI</p>
<p>[1]	Mark C.Paulk et all, Capability Maturity ModelSM for Software, Version 1.1, (Februari), 1993, h. 5.<br />
[2]	Ibid, h. 9.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=40&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2010/09/24/cmmicapability-maturity-model-integration/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>blocking situs with squid</title>
		<link>http://jumadifran.wordpress.com/2008/08/27/blocking-situs-with-squid/</link>
		<comments>http://jumadifran.wordpress.com/2008/08/27/blocking-situs-with-squid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 05:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumadifran</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumadifran.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum ada dua (2) teknik menangkal situs porno, yaitu: • Memasang filter di PC pengguna. • Memasang filter di server yang tersambung ke Internet.Teknik yang pertama, memasang filter pada PC pengguna, biasanya dilakukan oleh para orang tua di PC di rumah agar anak-anak tidak melakukan surfing ke situs yang tidak di inginkan. Daftar lengkap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=31&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara umum ada dua (2) teknik menangkal situs porno, yaitu:</p>
<p>• Memasang filter di PC pengguna.<br />
• Memasang filter di server yang tersambung ke Internet.Teknik yang pertama, memasang filter pada PC pengguna, biasanya dilakukan oleh para orang tua di PC di rumah agar anak-anak tidak melakukan surfing ke situs yang tidak di inginkan. Daftar lengkap filter maupun browser yang cocok untuk anak untuk aplikasi rumah tersebut dapat dilihat pada</p>
<p><a href="http://www.yahooligans.com/">http://www.yahooligans.com</a> | parent’s guide | browser’s for kids.<br />
<a href="http://www.yahooligans.com/">http://www.yahooligans.com</a> | parent’s guide | blocking and filtering.</p>
<p>Beberapa filter yang cukup terkenal seperti</p>
<p>Net Nanny, <a href="http://www.netnanny.com/">http://www.netnanny.com/</a><br />
I Way Patrol, <a href="http://www.iwaypatrol.com/">http://www.iwaypatrol.com/</a><br />
Dll…</p>
<p>Tentunya teknik memfilter seperti ini hanya dapat dilakukan bagi orang tua di rumah kepada anak-nya yang belum begitu tahu Internet.</p>
<p>Bagi sekolah yang terdapat fasilitas internet, tentunya teknik-teknik di atas sulit di terapkan. Cara paling effisien untuk menangkal situs porno adalah dengan memasang filter pada server proxy yang digunakan di WARNET / di kantor yang digunakan mengakses Internet secara bersama-sama dari sebuah Local Area Network (LAN).</p>
<p>Teknik ke dua (2), memasang filter situs porno tidaklah sukar. Beberapa software komersial untuk melakukan filter konten, antara lain adalah:</p>
<p><a href="http://www.cyberpatrol.com/">http://www.cyberpatrol.com</a><br />
<a href="http://www.websense.com/">http://www.websense.com</a><br />
<a href="http://www.languard.com/">http://www.languard.com</a><br />
<a href="http://www.n2h2.com/">http://www.n2h2.com</a><br />
<a href="http://www.rulespace.com/">http://www.rulespace.com</a><br />
<a href="http://www.surfcontrol.com/">http://www.surfcontrol.com</a><br />
<a href="http://www.xdetect.com/">http://www.xdetect.com</a></p>
<p>Mungkin yang justru paling sukar adalah memperoleh daftar lengkap situs-situs yang perlu di blokir. Daftar tersebut diperlukan agar filter tahu situs mana saja yang perlu di blokir. Daftar ratusan ribu situs yang perlu di blokir dapat di ambil secara gratis, antara lain di:</p>
<p><a href="http://www.squidguard.org/blacklist/">http://www.squidguard.org/blacklist/</a><br />
<a href="ftp://ftp.univ-tlse1.fr/pub/reseau/cache/squidguard_contrib/adult.tar.gz">ftp://ftp.univ-tlse1.fr/pub/reseau/cache/squidguard_contrib/adult.tar.gz</a><br />
<a href="ftp://ftp.univ-tlse1.fr/pub/reseau/cache/squidguard_contrib/publicite.tar.gz">ftp://ftp.univ-tlse1.fr/pub/reseau/cache/squidguard_contrib/publicite.tar.gz</a></p>
<p>bagi sekolah atu perkantoran, alternatif open source (Linux) mungkin menjadi menarik karena tidak membajak software. Pada Linux, salah satu software proxy yang paling populer adalah squid (<a href="http://www.squid-cache.org/">http://www.squid-cache.org</a>) yang biasanya dapat di install sekaligus bersamaan dengan instalasi Linux (baik Mandrake maupun RedHat).</p>
<p>Untuk melakukan proses filtering pada squid tidaklah sukar, kita cukup menambahkan beberapa kalimat pada file /etc/squid/squid.conf. Misalnya,</p>
<p>acl sex url_regex “/etc/squid/sex”<br />
acl notsex url_regex “/etc/squid/notsex”</p>
<p>http_access allow notsex<br />
http_access deny sex</p>
<p>buatlah file</p>
<p>/etc/squid/sex<br />
/etc/squid/notsex</p>
<p>contoh isi /etc/squid/notsex:<br />
.*.msexchange.*<br />
.*.msexcel.*<br />
.*freetown.*<br />
.*geek-girls.*<br />
.*scsext.*</p>
<p>contoh isi /etc/squid/sex:<br />
.*.(praline|eroticworld|orion).de<br />
.*.(theorgy|penthousemag|playboy|1stsex|lolita|sexpix|sexshop).*<br />
<a href="http://www.indonona.com/">www.indonona.com</a><br />
<a href="http://www.exoticazza.com/">www.exoticazza.com</a><br />
<a href="http://www.dewasex.com/">www.dewasex.com</a><br />
<a href="http://www.extrajos.com/">www.extrajos.com</a><br />
<a href="http://www.bopekindo.com/">www.bopekindo.com</a><br />
<a href="http://www.sanggrahan.org/">www.sanggrahan.org</a><br />
<a href="http://www.vicidi.com/">www.vicidi.com</a><br />
<a href="http://www.17tahun.com/">www.17tahun.com</a><br />
<a href="http://www.ceritaseru.org/">www.ceritaseru.org</a><br />
<a href="http://www.ceritapanas.com/">www.ceritapanas.com</a></p>
<p>untuk memasukan daftar blacklist yang di peroleh dari squidguard dll, dapat dimasukan dengan mudah ke daftar di atas tampak di bawah ini adalah daftar Access Control List (ACL) di /etc/squid/squid.conf yang telah saya buat di server saya di rumah, yaitu:</p>
<p>acl sex url_regex “/etc/squid/sex”<br />
acl notsex url_regex “/etc/squid/notsex”<br />
acl aggressive url_regex “/etc/squid/blacklists/aggressive/urls”<br />
acl drugs url_regex “/etc/squid/blacklists/drugs/urls”<br />
acl porn url_regex “/etc/squid/blacklists/porn/urls”<br />
acl ads url_regex “/etc/squid/blacklists/ads/urls”<br />
acl audio-video url_regex “/etc/squid/blacklists/audio-video/urls”<br />
acl gambling url_regex “/etc/squid/blacklists/gambling/urls”<br />
acl warez url_regex “/etc/squid/blacklists/warez/urls”<br />
acl adult url_regex “/etc/squid/adult/urls”</p>
<p>acl dom_adult dstdomain “/etc/squid/adult/domains”<br />
acl dom_aggressive dstdomain “/etc/squid/blacklists/aggressive/domains”<br />
acl dom_drugs dstdomain “/etc/squid/blacklists/drugs/domains”<br />
acl dom_porn dstdomain “/etc/squid/blacklists/porn/domains”<br />
acl dom_violence dstdomain “/etc/squid/blacklists/violence/domains”<br />
acl dom_ads dstdomain “/etc/squid/blacklists/ads/domains”<br />
acl dom_audio-video dstdomain “/etc/squid/blacklists/audio-video/domains”<br />
acl dom_gambling dstdomain “/etc/squid/blacklists/gambling/domains”<br />
acl dom_proxy dstdomain “/etc/squid/blacklists/proxy/domains”<br />
acl dom_warez dstdomain “/etc/squid/blacklists/warez/domains”</p>
<p>http_access deny sex<br />
http_access deny adult<br />
http_access deny aggressive<br />
http_access deny drugs<br />
http_access deny porn<br />
http_access deny ads<br />
http_access deny audio-video<br />
http_access deny gambling<br />
http_access deny warez</p>
<p>http_access deny dom_adult<br />
http_access deny dom_aggressive<br />
http_access deny dom_drugs<br />
http_access deny dom_porn<br />
http_access deny dom_violence<br />
http_access deny dom_ads<br />
http_access deny dom_audio-video<br />
http_access deny dom_gambling<br />
http_access deny dom_proxy<br />
http_access deny dom_warez</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jumadifran.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jumadifran.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumadifran.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumadifran.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumadifran.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumadifran.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumadifran.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumadifran.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumadifran.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumadifran.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumadifran.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumadifran.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumadifran.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumadifran.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumadifran.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumadifran.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumadifran.wordpress.com&amp;blog=1926782&amp;post=31&amp;subd=jumadifran&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumadifran.wordpress.com/2008/08/27/blocking-situs-with-squid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">jumadifran</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
